SINEASZ ™

akan membuka matamu tentang dunia

Synopsis dari Novel : Kuntilanak

Novel Pop

Kuntilanak

Ve Handojo

  • Judul, penulis             : Kuntilanak, Ve Handojo
  • Tokoh, karakter          :

Shamanta                    =  Idiot, Baik, Sabar

Agung                           =  Sabar

  • Setting

Tempat / lokasi    : Di kediaman Keluarga Mangkoedjiwo

  • Tema                             : Seram

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno ……

Ojo tangi nggonmu guling ……

Awas jo ngetoro ……..

Aku lagi bang wing wingo ……

(sebait durmo yang dinyanyikan Shamanta sebelum dia menjelma menjadi sosok yang mengerikan)

Nyanyian itu masih jelas ditelinga Agung. Pembunuhan, semua kejadian yang mengerikan yang disaksikan oleh mata kepalanya sendiri di kediaman keluarga Mangkoedjiwo malam itu, mengendap didalam benaknya dan seolah tak mau pergi, sekeras apapun usaha Agung untuk melupakannya.

Karena itulah, Agung berusaha menyadarkan Shamanta. Menjauhkan kekasihnya dari dunia sesat sebelum jatuh korban lebih banyak lagi. Tapi yang Agung tidak ketahui, Shamanta sedang berperang melawan … dirinya sendiri. Dia bukan lagi gadis biasa yang sedang menjalani kehidupan kampusnya. Ada kekuatan jahat yang sedang menghinggap dalam dirinya dan sekali saja dia lengah, kekuatan itu akan menguasainya.

Shamanta adalah gadis cantik keturunan ke-5 keluarga ningrat Mangkoedjiwo, yang mewarisi kutukan setan, akibat nenek buyutnya dahulu hanya memburu kekayaan duniawi sehingga rela bersekutu dengan setan. Salah satu syarat yang diterima dikala itu adalah kutukan berupa kekuatan jahat yang merasuk jiwa dan raga, yang akan diterima secara turun temurun sampai ke anak cucu.

Sejak meninggalnya ndoro Lies beberapa bulan yang lalu, secara tidak langsung dan tidak disadari, kekuatan jahat tersebut telah berpindah kedalam diri Shamanta sebagai pewaris dan penerus tunggal keluarga Mangkoedjiwo. Beberapa kejadian aneh yang mengerikan mengiringi perjalanan hidup Shamanta sejak itu.

Agung sebagai kekasih Shamanta, telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaimana kekuatan dan kengerian yang terjadi pada diri Shamanta. Pada suatu malam, secara tidak sengaja Agung menyaksikan kengerian tersebut di rumah keluarga besar Mangkoedjiwo. Kengerian yang membuat Agung tidak pernah membayangkan sebelumnya, bagaimana seorang Shamanta yang lemah lembut bisa berubah menjadi Shamanta yang mengerikan dan tidak berperikemanusiaan. Tubuh Shamanta berubah menjdi seorang perempuan pucat pasi, berambut panjang dan berbaju putih, dengan tawa memilukan, yang menjadikan bulu kuduk berdiri menegang. Malam itu Shamanta dengan kekuatan jahatnya, menghabisi dan membunuh 2 anggota keluarga Mangkoedjowo sendiri, yang nota bene adalah saudara saudara sepupunya sendiri.

Akibat dari keserakahan dan ketamakan kedua sepupunya tersebut yang berniat akan menghabisi Shamanta dan menguasai harta karun sebagai pewaris tunggal keluarga Mangkoedjiwo, kemarahan diluar kontrol Shamanta menyebabkan perubahan fisik pada diri Shamanta yang sungguh mengerikan. Dengan kekuatan durmo yang didendangkan Shamanta, roh jahat tersebut menghabisi kedua sepupunya sendiri dengan leher patah, mata melotot mengerikan dan seluruh tubuh pucat pasi seakan darah yang mengalir ditubuhnya habis terhisap. Semua kengerian tersebut diluar kontrol Shamanta dan dalam pantauan Agung kekasihnya.

Sesungguhnya semua kengerian yang dilihat Agung hanyalah sebagian kecil saja. Beberapa kejadian aneh yang disertai dengan pembunuhan yang tidak wajar dan mengerikan mengiringi perjalanan hidup Shamanta. Hal tersebut membuat nyali dan keberaian Agung timbul untuk menolong kekasihnya dari kekuatan jahat tersebut.

Akhirnya dengan keimanan, kasih dan kelembuatan Agung, dibangkitkan lah kepercayaan dan kekuatan diri Shamanta menghadapi dan mengusir roh jahat tersebut dalam diri dan jiwa nya. Dengan kekuatan keduanya, roh jahat tersebut akhirnya meninggalkan raga dengan wujud seorang perempuan pucat pasi dengan rambut terurai panjang, dengan baju putih serta membawa seorang bocah kecil dalam gendongannya. Roh jahat tersebut menitikkan air mata seolah mengucapkan selamat tinggal kepada induk semangnya, yang selama ini, puluhan bahkan mungkin ratusan tahun, telah menjadi tempat nya berlindung.

Dengan lenyap nya bentuk roh jahat tersebut, hilanglah kutukan yang selama ini membelenggu keluarga Mangkoedjiwo. Entahlah, roh jahat berupa perempuan berambut panjang pucat pasi, berbaju putih dan menggendong seorang anak tersebut akan gentayangan dan mencari tempatnya berlabuh dimana lagi.

2 responses to “Synopsis dari Novel : Kuntilanak

  1. no name 22 October 2010 at 18:03

    film q branak dlm karung kg g da sinposis’y??!
    baaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: